Pembuat, Pemasok, Pengajar, Pembatik Pasta Indigo



Widodo Simbolon, terlahir dengan nama Suparwoto pada 10 Agustus 1976. Beliau mengganti namanya menjadi Widodo dikarenakan pada waktu kecil beliau seringkali sakit – sakitan. Sedangkan Simbolon, merupakan pemberian marga yang diberikan pada tahun 2012 pada saat beliau diundang oleh salah satu sentra pengrajin ulos untuk mengajar emas biru (indigo) dan berhasil. Atas keberhasilan itulah beliau dipercaya dan diberikan kenang – kenangan marga Simbolon yang hingga kini beliau pakai dibelakang namanya.


Akhir tahun 1999 merupakan masa transisi bagi beliau dimana beliau berada dalam kegamangan melihat orang tua beliau yang bertani tidak lagi bisa berkembang dan maju. Hasil dari bertani sangat jauh dari memadai, disamping itu kepemilikan sawah yang hanya beberapa petak saja, serta biaya yang dikeluarkan sama dengan hasil yang didapat. Pilihan hidup saat itu, bertahan atau menuruti nasehat orang tua untuk menikah, pergi merantau menjadi TKI seperti teman-temannya.

Berangkat dari cerita – cerita orang – orang tua bahwa “daun Tom” banyak tumbuh ditanggul sepanjang sungai dekat sawah atau ladangnya dan kata mereka orang – orang dulu termasuk mbah buyut beliau adalah petani pembuat wedel (pewarna biru) pada saat penjajahan Belanda. Beliau melakukan uji coba dengan merendam daun Tom dan diberi kapur sirih (injet) pata tahun 2000. Kemudian pada tahun 2003 didapatlah pasta warna biru yng bagus yang selanjutnya dijual dibeberapa sentra industri batik di Yogyakarta.


Pada tahun 2005 terkumpulah uang dari penjualan pasta yang kemudian menjadi modal beliau untuk membeli kain mori dan membatik cap dan batik tulis pertama kalinya. Setelah itu barulah orang – orang berdatangan kerumah beliau untuk membeli indigo pasta dan ada juga orang – orang yang membawa kain untuk diwarnai indigo.


Pada bulan April 2005 beliau diminta untuk mengajar pewarnaan alam di sentra batik Tancep Ngawen kabupaten Gunung Kidul hingga akhirnya Beliau mendapatkan kunjungan kehormatan dari Jepang yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Japan Blue. Dari kunjungan itulah spontanitas workshop Beliau dinamai TOM BATIK.


Sejak saat itulah beliau mulai dikenal sebagai petani indigo dan produsen kain batik warna alam. Beliau diundang mengajar dibeberapa tempat seperti Gemawang (Semarang), Brebes, Pacitan dan daerah – daerah lainnya. Beliau juga telah menghiasi salah satu media cetak terbesar di Indonesia di segmen SOSOK KOMPAS pada tahun 2008.


Hingga kini usaha beliau berkembang pesat. Beliau mempekerjakan banyak tenaga sekitar dan beliau sangat bersyukur karena dapat merubah kehidupan beliau, keluarga dan masyarakat banyak.

Widodo Simbolon


Tom Batik Warna Alam

Jl.Pantai Trisik KM 1.3 RT 25/13 Kenteng 7,

Banaran Galur, Kulon Progo

Yogyakarta


Telephone:

+6285743684361

+6281393710730

+628175423305


Email : widodotombatik@gmail.com

#Batik #pengajar #pastaindigo #indigo #kain #celup #warnaalam #indonesia #susimohamad

Featured Posts
Posts are coming soon
Stay tuned...
Recent Posts
Archive
No tags yet.
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square